Don’t be Afraid


DON’T BE AFRAID (JANGAN TAKUT)

Semua orang memiliki impian, tapi tidak semua orang dapat menggapai impiannya. Mengapa? Memang sangat ironis, semua orang yang tidak mencapai impiannya (kecuali meninggal pada usia produktif) mereka gagal bukan karena tidak mampu menggapai impian itu, melainkan disebabkan oleh ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu yang sebetulnya belum tentu akan terjadi seperti yang ditakutkan. Ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab ketakutan dan salah satu yang paling berpotensi menjadi penghalang sukses adalah takut gagal. Padahal, setiap orang bisa diperhadapkan dengan peluang berhasil atau gagal. Kegagalan adalah sesuatu yang bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja serta pada level apa saja. Apakah dia seorang karyawan, olahragawan, kaum professional, pengusaha, mahasiswa atau pelajar semua berpeluang mengalami kegagalan. Meskipun kondisi dan  penyebabnya bisa berbeda. Yang menjadi persoalan disini bukan apakah kita bisa gagal atau tidak, melainkan bagaimana menghadapi kegagalan dan merubahnya menjadi peluang menuju sukses. Yessss!!!!

Sebelum kita masuk pada bagaimananya, mari kita lihat dulu apa yang sering menjadi penyebab ketakutan yang menjadi potensi penghalang kita menggapai impian kita. Menurut analisa sederhana saya ketakutan bisa disebabkan oleh beberapa factor berikut ini:

Pertama, kurang percaya diri. Sering kita mendengar orang berkata atau mungkin kita sendiri sering berkata “Saya tidak bisa,” “Saya tidak mampu,” “Saya tidak sepandai dia, saya bodoh,” “saya jelek, tidak mungkin saya bisa punya pacar yang baik”. Hahahahaiiiii…. berhentilah menghakimi diri sendiri, karena sadar atau tidak kita sendiri yang membatasi kemampuan atau potensi yang ada pada kita. Bisakah kita membayangkan apa yang terjadi jika Thomas Alfa Edison berhenti belajar karena ternyata dengan terpaksa dia harus dikeluarkan dari sekolah, karena dianggap tidak mampu mengikuti pelajaran? Apa yang terjadi jika ia kehilangan motivasi dan rasa percaya dirinya karena pengalaman itu? Jika itu terjadi tentu dunia ilmu pengetahuan dan technologi akan menjadi berbeda dengan kenyataan sekarang ini, atau mungkin kemudian bukan nama Thomas Alfa Edison yang akan dikenang sepanjang sejarah, tetapi orang lain yang akan duduk posisi itu. Sekarang ini fakta membuktikan bahwa nama Thomas Alfa Edison tidak akan pernah terlupan sepanjang sejarah, karena buah dari kerja kerasnya yang pantang menyerah telah memberi kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Bagaimana dengan Anda?

Kedua, tidak siap menerima resiko. Orang seperti ini hanya siap melakukan sesuatu jika ada jaminan bahwa dia bisa sukses meski tidak harus memeras tenaga dan pikiran. Artinya dengan kerja separuh hati dan separuh tenaga dijamin sukses. Ini moral koruptor, mau mendapat uang banyak dan sukses dengan cara yang gampang. Orang seperti ini tidak akan pernah mau melakukan sesuatu yang lebih menantang. Ia tidak akan melakukan sesuatu jika ia merasa tidak mampu melakukannya, orang seperti ini sering mengukur dirinya dengan menggunakan ukuran orang lain. Jadi kalau orang lain tidak melakukannya, mengapa saya harus melakukan? Bukankah lebih nyaman jika kita tidak melakukan apa-apa? Hidup seperti ini kan sudah cukup, mengapa perlu menyentuh bahaya lagi dengan melakukan perubahan, biasa-biasa sajalah, dari dulu begini-begini aja toh bisa hidup. “Ngapain, kita harus merubah sesuatu yang sudah ada.” Inilah pemikiran orang-orang yang takut menghadapi resiko. Mereka tidak berani mencoba untuk keluar dari zona kenyamanannya. Jarang sekali kita melihat orang sukses yang takut mencoba memulai membangun sesuatu yang baru? Segala sesuatu yang kita anggap baik untuk membangun masa depan yang lebih cerah harus dicoba. Sejarah Amerika tidak akan pernah mencatat sosok Barak Husein Obama, sebagai presiden kulit hitam pertama yang memimpin Amerika jika ia tidak berani berdiri dan bersaing dengan orang kulit putih. Tidak akan pernah tercatat dalam sejarah Amerika ada seorang kulit hitam yang masuk ke dalam White House dan menjadi orang nomor satu di negara adidaya itu, jika Barak Husein Obama takut menghadapi resiko. Obama tahu betul sejarah Amerika dan diskriminasi rasnya, Obama juga tahu nama-nama seperti Abraham Lincoln, James A. Garfield, William Mckinley, dan John F. Kennedy presiden Amerika yang tidak bisa menyelesaikan tugasnya sampai akhir karena ditembak oleh orang yang tidak senang dengan kebijakan mereka. Jika Obama takut menghadapi resiko ia tidak akan berani berdiri menghadapi lawan politiknya dan tentu impiannya tidak akan pernah menjadi kenyataan. Apa yang dibutuhkan oleh orang-orang sukses hanyalah pengamatan tajam, strategi jitu kemudian lakukan dengan tindakan konkrit untuk  menggapai impian itu. Kesuksesan hanya akan berpihak kepada mereka yang tidak takut menghadapi resiko untuk mencoba.

Ketiga, rekayasa pikiran. Ketakutan yang diciptakan atau direkayasa oleh pikiran kita sendiri sering juga kita mendengar orang mengatakan takut pada bayangan sendiri. Kita membayangkan persoalan itu sangat besar dan akan menghancurkan hidup kita, masa depan kita, karier kita, rumah tangga kita, dan lai-lain. Padahal setiap masalah tampaknya besar, tapi sesungguhnya tidak demikian. Jadi berhenti merekayasa untuk membesarkan masalah itu, sehingga yang ada dalam pikiran kita tidak lain “HANCUR”. Lalu pelan namun pasti kita bicara pada diri sendiri, “habislah aku,” “habislah karier dan masa depanku,” “habislah kejayaanku,” “habislah semua yang kumiliki,” “semua hanya akan tinggal kenangan,” lalu kita duduk dan menangisi diri kita sendiri. Saya lalu bertanya, “apakah dengan membesarkan masalah sehingga kita merasa menjadi begitu kecil dan kerdil membuat masalah selesai? ataukah masalah semakin menjadi-jadi menekan pikiran dan perasaan kita?Apakah dengan mengasihani diri sendiri lalu hanya sanggup menitikkan air mata, membuat persoalan kita teratasi? ataukah semua menjadi buntu dan semakin membuat kita frustasi? ternyata cara itu masalah kita tidak selesai bukan? Nah, kalau dengan cara seperti itu, ternyata masalah kita tidak selesai, mengapa kita tidak memilih untuk bangkit dan melawan agar kita bisa bebas dari masalah itu.

Keempat, berhadapan dengan persaingan atau kompetisi. Kita tidak mungkin bisa  menghadapi mereka, mereka lebih kuat dari segala segi. Kita ini ibarat belalang yang menghadapi manusia raksasa. Yah….apalah artinya kekuatan yang kita miliki dibanding dengan mereka. Mereka punya sumber daya manusia yang andal, mereka memiliki kekuatan financial yang sangat besar, mereka memiliki alat-alat pendukung yang jauh lebih tinggi kapasitas dan lebih modern, wallah……lebih baik tidak usah, biar begini-begini saja.  .Inilah yang disebut dengan manusia kerdil.

Saya teringat sebuah kisah tentang Musa. Ketika Allah meminta Musa untuk kembali ke Mesir Musa diliputi oleh ketakutan yang begitu luar biasa. Itu sebabnya, ia berusaha membuat alas an agar Allah tidak memaksanya kembali ke Mesir. Mengapa Musa sangat takut kembali untuk menjalankan misi yang Allah percayakan kepanya? karena Musa menyadari bahwa dirinya dan orang-orang yang akan dipimpinnya memiliki kekuatan yang tidak seimbang dengan kekuatan Firaun. Apalagi posisinya saat itu adalah orang yang menjadi target untuk ditangkap karena kasus pembunuhan. Tapi alas an terdalam dari penolakan Musa itu intinya adalah ia merasa takut karena tidak memiliki kekuatan sebanding dengan Firaun. Tetapi sesuatu terjadi pada Musa, Allah merubah “minsednya”. Ketika minsed Musa berubah maka Musa mampu melihat kekuatan lebih di dalam dirinya dan bangsa yang akan dipimpinnya. Melalui berbagai peristiwa ajaib membuat Musa tidak lagi melihat kebesaran dan kekuatan Firaun sebagai sesuatu yang menakutkan. Itu tidak lagi menjadi masalah bagi dia. Musa mulai berfokus pada kekuatan yang Tuhan berikan kepadanya dan apa yang terjadi, dahsyat “men”….. Musa berhasil membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.

Kelima, kuatir, kekuatiran adalah sebuah batu penghalang untuk menggapai impian kita. Kekuatiran membuat kita kehilangan keberanian untuk bertindak. Apagunanya kita memiliki impian yang begitu indah dan luar biasa, tapi kita tidak pernah mau bertindak melakukan sesuatu untuk menggapainya. Ibarat iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati, demikian juga dengan impian tanpa tindakan konkrit adalah mati. Impian tanpa keberanian untuk bertindak adalah hayalan semata-mata. Membuang waktu dan energy tanpa ada hasilnya.

Keenam, kurang pengetahuan dan pengalaman, mungkin kita berkata oh ya ini cukup beralasan untuk tidak melakukan sesuatu. Tahukah Anda saya sudah berjumpa dengan beberapa orang yang berhasil membangun bisnis dari nol dan sama sekali tidak punya latar belakang yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan dan mereka berhasil. Beberapa orang bergerak dalam bidang percetakan, yang lain dibidang fashion, ada juga membuat tas dan sepatu, dan beberapa lainnya dibidang penjual jasa, makanan, bahan bangunan. Memang pengalaman atau hobi yang dijadikan bisnis akan sangat baik, tapi itu bukan ukuran mutlak. Niat bekerja, niat belajar, disiplin, jujur dan sabar, tidak malu untuk memulai dari yang kecil, akan menjadi kekuatan bagi kita untuk memulai sesuatu. Saya pernah berjumpa dengan seorang rekan yang mempunyai usaha markisa (home industry). Suatu ketika dalam sebuah pameran yang diikutinya ia dikunjungi oleh seorang pengusaha dari Australia. Setelah mereka terlibat dalam diskusi yang dibantu oleh seorang penterjemah akhirnya percakapan mereka berakhir dengan saling tukar kartu nama. Rekan saya ini tidak terlalu memikirkan secara serius pertemuan itu karena dianggap hanya kebetulan saja orang itu mampir. Rupanya pertemuan itu membawa berkah khusus buat rekan saya ini, beberapa waktu kemudian ia menerima tawaran yang lumayan besar dari sang pengusaha dari Australia itu. Dayung bersambut, ia kemudian mencoba menindak lanjuti permintaan itu, tentu setelah ada kepastian. Kendala buat beliau sekarang adalah belum pernah ia mengimport barang dagangannya ini ke luar negeri, ia tidak mengerti sama sekali soal export import. Tapi berkat kegigihan dan sikap yang pantang menyerah itu, akhirnya dari informasi dan bantuan rekan-rekannya yang bermurah hati mau membantunya, akhirnya export markisa itu pun akhirnya bisa terealisasi. Sampai sekarang rekan saya ini masih melakukan pengiriman markisa ke Australia. Bahkan sekarang ini ia telah memahami dengan baik soal export import barang. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari usaha kecil sekarang sudah menjadi lebih besar. Apakah Anda ingin mencoba?   

ketujuh, trauma masalalu. Ada orang yang saking seringnya gagal dalam usaha ia kehilangan semangat dan keberanian untuk memulai kembali membangun usahanya. Ini perlu terus motivasi diri dan ditambahkan energy keberanian. Ini barangkali bisa kita mengerti, tapi bukan berarti saya setuju untuk berhenti berjuang. Yang paling ironis adalah orang-orang yang baru mengalami satu atau dua kali gagal sudah berhenti berjuang karena takut gagal lagi. Lalu membuat berbagai alas an untuk membenarkan diri mereka yang sudah kehilangan antusiasmenya. Kalau kita pelajari kehidupan orang-orang sukses maka kebanyakan dari mereka yang sukses adalah orang-orang yang sudah berkali-kali jatuh bangun dalam hidup mereka sebelum kemudian mereka mencicipi kesuksesan. Berkali-kali mengalami kegagalan tetapi tidak pernah mereka jerah berjuang untuk mencapai impiannya. Berapa kali Anda gagal itu bukan masalah, yang menjadi masalah apakah setiap kali terbentur dan gagal Anda masih mau bangkit lagi atau tidak. Seorang tokoh Amerika yang paling berpengaruh, sebelum menjadi presiden Amerika pernah mengalami kegagalan yang bertubi-tubi simak beberapa kejadian yang memukul kehidupannya:

Tahun 1831 mengalami kebangkrutan dalam usahanya

Tahun 1832 kalah dalam pemilihan lokal

Tahun 1833 kembali menderita kebangkrutan

Tahun 1835 istrinya meninggal dunia

Tahun 1836 menderita tekanan mental sedemikian rupa sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa.

Tahun 1837 kalah dalam kontes pidato

Tahun 1840 gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat

Tahun 1842 menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat

Tahun 1848 kalah lagi di kongres Amerika Serikat

Tahun1855 gagal lagi di senat Amerika Serikat

Tahun1856 kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat

Tahun 1858 kalah lagi di senat

Tahun 1860 akhirnya berhasil menjadi presiden Amerika Serikat. Bukan itu saja beliau menjadi prsiden Amerika yang paling berpengaruh sepanjang sejarah Amerika beliau adalah mendiang Abraham Lincoln.

Don’t be afraid” berhentilah dari ketakutan karena ketakutan akan menjadi penghambat besar dalam kita menggapai impian kita. Kapan kita mulai? mulailah dari diri kita sendiri, mulailah dari sekarang, dan  mulailah dari hal-hal yang kecil maka perkara besar akan terjadi dalam hidup kita. Zig Ziglar menulis, “Jangan tunggu hingga Anda termotivasi untuk mengambil tindakan positif. Ambillah tindakan positif maka Anda akan termotivasi melakukannya. Saya percaya ungkapan ini “Jika kita setia dalam perkara kecil kita juga akan setia dalam perkara yang besar.” (Marssel)

Iklan

4 responses to this post.

  1. Yeeeps.. Sangat setuju.. ^^ semoga artikel ini bisa menginspirasi para pembacanya.. 😀

    Balas

  2. sangat menguatkan Thanks
    thanks brother JBU

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: